RMOL. Siapa yang tidak tahu kelezatan kuliner khas Kota Palembang yang beggitu mendunia ini. Bahkan kota ini dinamakan kota pempek karenanya.

Penggemar dan penikmat kuliner berbahan dasar ikan ini begitu mendunia, ragam bentuk dan rasa membuatnya makin diminati dan begitu dicari. Tak jarang para turis, lokal, nasional maupun internasional tak tahan untuk segera menyantap makanan fenomenal asli Wong Kito Palembang ini.

Tidak hanya turis, artis, pejabat maupun atlit yang pernah berkunjung ke Palembang tak akan lupa dahsyatnya rasa pempek. Terlebih Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kota Palembang begitu menggelorakan akan rasa pempek sehingga dikenal hampir diseluruh penjuru dunia.

Bagi Anda atau siapa saja yang begitu rindu akan kenikmatan rasanya, namun berada nun jauh disana artinya tidak tinggal di Palembang, tidak perlu sedih atau harus gigit jari.

"Saat ini jarak dan waktu bukan halangan bagi pecinta pempek dan makanan khas Palembang lainnya," kata  Ustadz H.Masagus A.Fauzan Yayan, SQ Pengasuh Pesantren Rumah Tahfidz Ki Marogan kepada RMOLSumsel, Minggu (30/4).

Cukup dengan memainkan beberapa jari anda dengan cara sederhana. "Makan pempek gak perlu ke Palembang "klik" Bae www.pempekmarogan.com," lanjutnya. Pempek Marogan menyediakan aneka olahan pempek, model, tekwan, krupuk, kelempang, ragam kue Palembang dan masih banyak lagi.

Selengkapnya: "KLIK" BAE WWW.PEMPEKMAROGAN.COM

Palembang, Detik Sumsel- Santri Rumah Tahfidz (RT) Ki Marogan ternyata tidak hanya mahir dalam menghafal Al-Quran saja. Justru, di sela-sela menghafal Al-Quran santri juga memiliki usaha kuliner khas kota Palembang. Ya, usaha tersebut dinamai "Pempek Marogan" yang berlokasi di Komplek Perumahan Bukit Sejahtera, Blok BQ 12 Karang Jaya Gandus Palembang.

Hasil keuntungan jualan oleh-oleh khas Palembang ini untuk menopang biaya operasional rumah tahfidz yang menggratiskan biaya pendidikan bagi 50 santri. "Jadi dengan memakan pempek Marogan berarti telah ikut berbagi kepada anak penghafal quran," kata Ust H Mgs Fauzan Yayan, Pengasuh RT KI Marogan kepada DetikSumsel.Com, Minggu (30/4).

Selengkapnya: Pempek Marogan, Usaha Santri Untuk Santri